Menjadi Anak

Monday, February 20, 2023



Kematian bapak adalah penggugur segala rentetan mimpi dan ambisiku.

Aku mengubah nyaris seluruh rencana hidupku

Dari plan A, B, C, menjadi 'nggak punya plan apa-apa'

Bagiku, menyembuhkan duka kehilangan bapak sangatlah berat
Mengeringkan sisa air mata kesedihan sangat tidak mudah

Waktuku lebih banyak kuhabiskan memikirkan 'bagaimana aku harus bertahan hidup tanpa bapak' ketimbang 'goals apa ya yang ingin aku capai di masa depan nanti'

Hari demi hari kuhabiskan mendefinisikan kata ikhlas dan memaafkan
Meng-tidak apa apa kan kepergian itu tidak mudah loh

Aku yang terbiasa memplanning segala 'perjalanan' tiba-tiba kesasar, nggak tahu jalananan.

Satu-satunya fokus ku adalah menemani ibu.
Nggak sempurna sih, banyak bikin salah, kesel dan masih jauh dari cap "anak berbakti"

Tapi menjadikan ibu sebagai prioritas, mengusahakan kebahagiaan untuknya, dan meminggirkan sejenak keruwetan pikiran -tentang aku- ternyata perjuangan yang ngga mudah.

Benar.
Menjadi anak ternyata ngga mudah, apalagi menjadi anak berbakti dan salihah.
Pantes ya hadiahnya surga, menjalaninya amat teramat susah. 

Apakah Aku Tidak Pernah Gagal Dalam Berdoa?

Thursday, February 9, 2023

Aku adalah orang yang justru terlalu sering gagal dalam berdoa.

Aku tahu betapa tidak powerful nya kata-kata yang ku ucapkan menembus langit-langit-Nya

Aku tahu betapa banyak doa-doaku yang belum atau bahkan tidak diijabah oleh Allah SWT.

Saking lemahnya dalam berdoa, kadang cuma bisa menangis, berkata lirih "Ya Allah Ya Allah" sangking tidak berdaya nya.

Tapi aku senang berdoa

Aku senang ada sebuah Dzat yang dengan tulus mendengarkan aku tanpa memberikan judgemental

Aku merasa dekat dan begitu dicintai-Nya saat aku berdoa.

Aku merasa lega bercerita dengan-Nya

Aku tahu ini terlalu percaya diri, mana mungkin Allah mencintaiku?

Sedang khilaf dan dosaku begitu banyak

Sedang (rasa-rasanya) aku begitu jauh dari hamba yang taat

Tapi karena berdoalah hatiku tenang.

Krena berdoalah aku bahagia.

Termasuk ketika mendoakan teman-temanku saat mengulang tahun, saat mendapatkan suatu rezeki/kebahagiaan, saat mendapatkan musibah pun sebisa mungkin aku mendoakan dengan hal-hal yang baik.

Karena mungkin hanya berdoa-lah satu-satunya amalan yang bisa ku banggakan:(

Aku bukan tidak pernah gagal berdoa

Tapi karena aku sering gagal dalam berdoalah aku berdoa

Darimanalagi aku bisa mendapatkan kekuatan selain dengan berdoa

Dunia ini sungguh berisik. Terlalu banyak komentar, judgement, hal-hal menyakitkan yang dilontarkan kepada sesamanya.   

Berdoa mengajarkan ku menjadi orang yang merunduk.

Malu, lemah, pasrah dihadapan-Nya

Berdoa mengajarkan ku menjadi orang yang nggak merasa lebih baik, sok tau dibandingkan yang lain.

Berdoa adalah perekat hamba dengan Tuhan-Nya.

Aku ingat Ustaz Nouman Ali Khan pernah bilang" berdoa adalah satu cara kita berkomunikasi dengan Allah "

Allah SWT adalah sebaik baik pendengar.

Hanya Dia yang memelukmu dalam hangat diatas segala kerapuhan yang sedang kamu alami sebagai manusia.

Mendefinisikan Kembali Makna "Teman"

Saturday, February 4, 2023

Jika saat remaja aku mendefinisikan teman adalah orang yang selalu ada saat kita sulit, ternyata definisi tersebut kurang tepat.

Teman adalah sosok yang sama-sama saling memperjuangan dan diperjuangkan. Lebih jauh, kepada siapapun kita berada dalam satu lingkaran hubungan. Sejatinya harus "saling"

Kata orang, aku "beruntung" punya teman-teman yang lucu, baik dan menyenangkan.

Aku punya sahabat, teman  sekolah yang sampai saat ini selalu support aku. Aku punya teman-teman kuliah yang sangat lucu, solid dan menyenangkan. Pun saat aku bekerja juga dipertemukan dengan teman kantor yang baik dan sangat seru!

Terima kasih teman-temanku, Selain ortu, kalian adalah salah satu alasan mengapa aku pengen terus berusaha menjadi orang yang berhati lapang dan tulus.

Benar. Aku punya teman-teman yang sangat baik!

Aku beruntung dan sangat mensyukurinya <3

Hiks nulisnya pengen nangis nich :"

Doa untuk ibu

Tuesday, January 17, 2023

Barakallah Fii Umriik ibuku

Aku tahu setelah kepergian bapak, tidak mudah menjadi ibu yang memiliki seorang anak gadis berusia nyaris 27 tahun yang belum menikah.

Tapi alih-alih memberikan tekanan untukku (yang ibu tahu aku tidak akan mempan ditekan) ibu memilih mengingatkan aku untuk bangun disepertiga malam agar berdoa dan melibatkan Allah disetiap ikhtiar.

Aku tahu tidak mudah menjadi ibu yang anak-anaknya belum mapan-mapan amat secara finansial diusia dewasa ini

Tapi alih-alih menyuruh-nyuruh kami 'mengumpulkan harta' ibu adalah orang yang justru selalu mengingatkan ku untuk bersyukur dan menyisihkan minimal 2.5% penghasilan yang kudapat untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

Bahkan ketika aku malas bekerja pun ibu orang yang selalu mengingatkan ku agar 'bekerja yang bener' demi mencari keberkahan.

Aku tahu setelah kepergian bapak, ibu harus berjuang sendiri membersamai anak-anak ibu yang mungkin masih jauh 'dari ekspektasi orang lain'

Ibu mungkin merasa takut, kepikiran, lebih- lebih karena bac*tan netizen

Tapi bu

Apapun yang terjadi dalam hidupku saat ini. Entah bentuknya rezeki atau ujian, Insya Allah aku ridha, ikhlas dan bahagia. 

Asalkan bersama dengan ibu, hidupku baik-baik saja ♥️

Terima kasih udah jadi ibu yang sangat kuat, mandiri, tidak pernah menyusahkan anak-anaknya :( 

Terima kasih telah menjadi ibu yang selalu mendoakan kami, dan memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anaknya dalam memilih jalan hidupnya.

Terima kasih tidak pernah memaksakan apapun untukku yang super duper keras kepala ini.

Terima kasih telah menjadikanku anak perempuan yang merdeka dalam berfikir, melangkah, bermimpi, berjuang, dan melakukan apapun hal yang aku suka.

Walaupun sering marah-marah, dan super disiplin yang kadang bikin emosi karena 'bisa gak santai dikit' hehe tapi ibu tetap panutan q! 

Doaku semoga ibu selalu sehat, panjang umur, senantiasa dilimpahi berkah dan kasih sayang Allah.

Terus doakan aku ya bu, mudah-mudahan bisa jadi anak salihah buat bapak dan bisa bahagiain ibu teruus :( 

Menjalani Hari Setelah Kepergian Bapak

Sunday, January 15, 2023


Bagaimana aku hari ini? Satu setengah tahun setelah kepergian bapak?


Terasa "sudah lama" berlalu, namun rasanya seperti 'baru kemarin"


Dan sepertinya, akan selalu seperti itu, entah sampai kapan :')

Kebanggaan Seorang Puteri untuk Ayahnya

Saturday, January 14, 2023

Iam a proud daughter with all of your dedication in your life.
You always be my role model ♥️

-

Bapak adalah orang yang gigih dalam berjuang, punya semangat yang tinggi. Ngga mudah goyah dengan segala rintangan, fokuuss banget!

Tekad nya kuat, berdedikasi di jalan Dakwah, sangat senang belajar! Gemar membaca, pandai olahraga, suara ngajinya bagus, dan sangat ramah.

Bapak orang yang sangat percaya diri, nggak minderan meski kerap disepelakan karena penampilan.

Ya! Bapak orang yang sangat SEDERHANA.
Meski punya uang bapak hampir nggak pernah beli sepatu/baju baru, apalagi yang bermerek mahal. Nggak pernah punya keinginan makan di tempat-tempat mevvah/punya barang agak bermerek.

Aku ngga pernah tahu alasan kenapa bapak memilih hidup sederhana BANGET, kadang kami malah yang kesal karena bapak sering dikira gembel :') ibu kadang sering bete karena udah tau mau ketemu orang penting tapi bajunya jele :') 

Tapi kini aku baru sadar sih, bapak memilih hidup sederhana karena kualitas seseorang tidak terletak pada apa yang dia pakai. Tapi legacy, kebermanfaat hidupnya.

Bapak udah nggak ada, tapi beliau meninggalkan banyak sekali pada kami. 

Bukan harta, tapi cara hidup, pilihan hidup dan 'contoh' bagaimana kami harus hidup dengan sebaik-baiknya.

Yang paling mahal dalam diri seorang adalah "value hidupnya"

Harta, tahta, bener-bener cuma sementara.
Tapi hal baik yang tertanam dan tertuai itu abadi.

-

Allahummafirlahu Warhamhu Waafihi Wafuanhu

Semoga segala jejak kebaikan bapak bisa menjadi pemberat amal, menyinari kubur bapak dengan cahaya yang terang benderang

Semoga Allah ampunkan segala dosa bapak, Allah berikan kasih-sayang-Nya sehingga bapak berada di tempat yang teduh, di tempat orang-orang saleh berkumpul

Aamiin Yaa Rabbal Alamin 🤲

***

Tulisan ini dibuat sebagai upaya mengabadikan memori. Mudah-mudahan jika ada secuil kebaikan bisa menjadi ladang amal untuk beliau.

Azan Terakhir

 Aku baru tahu, ternyata saat bapak dalam prosesi pemakaman, adekku adalah orang yang mengumandangkan azan terakhir 😭


Jujur aku sempat nggak percaya 'masak sih? Kan adek nggak pakek hazmat,' ucapku.

Keraguan ini tentu bukan tanpa alasan mengingat prosesi bapak disalatkan sampai dimakamkan bener-bener ketat :( 


Aku pun baru benar-benar percaya adikku mengumandangkan azan terakhir saat hal ini dikonfirmasi oleh saudara-saudaraku :(


Aku dan ibuku bener-bener baru tahu hal ini hari ini. 4 Desember 2022 :') 


Selama ini, nggak ada yang bercerita pada kami, termasuk adik.


-


Saat mendengarnya, hatiku begitu berkecamuk, ada rasa bangga, syukur meski tak kupungkiri hatiku juga sangat sesak mengingat kematian bapak :( 


"Semua yang dateng ke pemakaman nangis semua,"


Aku pikir kalimat tersebut hanya 'kata orang angin lalu' sampai aku baru bener-bener percaya saat mendengarnya sendiri dari saudaraku.


***


Mendengar cerita tersebut, aku semakin paham ...

Adikku pun mengalami duka yang begitu berat.


Segala 'upaya terakhir' telah ia perjuangankan semaksimal mungkin.


Jika aku begitu pahit menyaksikan kematian dari kejauhan. Adikku pun mungkin jadi orang yang paling terluka hari itu.

Melihat, menyaksikan sendiri ayah nya tiada di depan mata 😭


-


Dia memutuskan pulang dari Surabaya disaat tak ada satupun transportasi yang bisa dikendarai, begitu sampai langsung menunggu bapak di rumah sakit, sekaligus bolak balik merawat aku dan ibuku yang sakit.


Berhari2 ia berjuang sampai akhirnya Allah berkehendak lain.

Saat bapak dikabarkan tiada, ia pun harus datang ke RS sendirian!

Mengurusi pemakaman sendirian, wira-wiri, menerima tamu sendirian.


Maka pecah tangis saat pulang pemakaman wajar bila tak terbendung.


Pasti berat sekali rasanya mengumandangkan azan terakhir di jenazah bapak yaa dek.

Tapi aku bangga bangettt. Alhamdullillah, ada hal baik yang bisa kamu lakukan untuk terakhir kalinya, sedang aku? Mungkin hanya bisa meratapi duka kehilangan yang begitu berat ini :'


Dek, youre such a good son! Kamu bener-bener anak berbakti yang layak jadi anak kesayangan bapak sama ibu.

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS