Do I Not Like My Job?

Thursday, August 13, 2026

These days, I feel like I’ve lost my interest in writing, something I’ve been doing for a long time. I’ve had this blog since I was in junior high school. Actually, it’s not that I’m “losing” interest. I just feel tired. I feel like I’ve failed as a writer :")

I have a dream of becoming an author. I’ve tried my best. I kept writing until I became a content writer, and I’ve been doing it for more than six years.

At the beginning, I felt so happy with my work. But these days, I feel like being a writer in a company doesn’t make me happy, so I write for myself on another platform. But sometimes, I feel stuck. Sometimes, I can’t be honest with my writing. Sometimes, I’m afraid.

I don’t know why, even though I remember Raditya Dika saying, “Be yourself in writing. Just be honest with who you are.”

I don’t know why I don’t have enough courage anymore, like I did when I was a teenager. I miss the time when I was really brave enough to be myself :"

I’m writing even though I’m tired.
I keep writing, even if it’s only a “status.”
I’m writing and keeping the ideas I want to write about someday.
I put my notes in WhatsApp.

But I don’t know why I feel like my writing isn’t good enough :(

I want to keep writing even though no one sees my posts. I just want to write without looking at the “numbers” -> likes, shares, etc.

But as a content writer, I don’t know why my brain is wired to think that if you don’t go viral, you’ve failed. And I hate this mindset!!!

This mindset ruins my sincerity in writing, something that I’ve really loved since I was a kid.

But sometimes, whenever I feel “insecure” about my achievements, surprisingly, I get motivation from my friends. They say, “I like your writing,” “Keep writing,” “Your writing is beautiful,” “Your writing sounds sincere,” and so on.

Even my online friends from Arab countries have told me that my writing is good and that I’m a good writer.

It means a lot to me, but Yaa Rabb, I need a stable mindset. I want to write without letting compliments or criticism affect me too much.

I’ve spent more than half of my life writing.

And I still want to be a writer.

Allah, please help me find myself and rediscover my sincere love for writing. Make me a writer who can contribute to this ummah :"

Dari 30 untuk 31

Tuesday, March 24, 2026

Belajar untuk menurunkan ekspektasi. Belajar untuk apa-apa bisa sendiri. Jangan pernah menyandarkan harapan kepada manusia. 


Zikir lebih banyak, istighfar lebih banyak karena hanya dengan mengingat Allah hati lebih tenang. 


Kamu belum baik, maka khuznuzon lah sama orang lain. Beri rukhsoh pada lidah dan sikap orang yang pernah menyakitimu


Kalau ada yang salah, kalau ada yang bikin marah, kalau rugi, dibohongi, dirugikan, disakiti, bukan orang lain yang salah, tapi kamu yang harus belajar lebih lapang

Belajar menunjuk kesalahan sendiri sebelum sibuk mencari kesalahan orang lain


Bekerja keras lah lebij banyak, jangan takut mencoba dan gagal

Nggak papa, lebih baik belum berhasil daripada terus tidak bergerak kemana-kemana


Atur keuangan lebih ketat, kurangi bergaya, hidup sederhana. Porsi sedekah harus lebih banyak! Jangan menumpuk harta karena takut miskin, harta dimanfaatin buat ummat. 

Bantu keluarga, banyak-banyak beri hadiah kepada teman dan hidupkan jariyah untuk bapak

Perketat nabung buat prioritas haji dan umroh, jangan tergiur dengan branded brand yang tidak membuat kamu jadi muslim yang lebih manfaat


Belajar lebih banyak, banyak baca buku, perluas pergaulan, explore banyak hal


Tambah ibadah sunnah, banyak taubat sama Allah. Dosamu banyak, kamu hanya beruntung karena Allah tutupi aib-aib mu. 



Minta maaf kepada semua orang yang bahkan kamu gak suka sama dia. Bisa jadi, Allah lebih ridha kepadanya ketimbang kamu.

Welcome 2026 Lama Gak Nulis di Blog, Hehe

Friday, January 23, 2026

Lama nggak nulis di blog. Hehe

Kebanyakan handle social media, nyobain nulis beda-beda jenis topik lumayan bikin aku jadi kehilangan identity. Jadi apa sebenernya yang gue mauu? Huhu

Apa sebenernya kekutan terbesar gue dalam menulis? Tipe yang kayak gimana?

Lebih ke tulisan bijak reflektif, tulisan yang lumayan meledak-ledak, atau puitis? 

Kebingungan gue terjawab sama nasihatnya Raditya Dika. Katanya modal utama untuk menjadi story teller adalah: Keberanian lo untuk menceritakan dengan jujur apa yang lo gelisahkan. 

Doain gue bisa lebih banyak produktif di 2026 tanpa TAKUT MENJADI JELEK untuk menyuarakan suara gue dengan lebih jujur. 

Meski gue sebenernya cukup blak-blakan, tapi gak gue pungkiri, gue punya banyak ketakutan. Terutama gue takut kalau tulisan gue jelek :")

Love Hate “Life Relationship” Towards Thirty

Tuesday, June 3, 2025

Aku pikir, masa-masa paling "bingung" alias "quarter life crisis" tuh akan berhenti di usia dua puluh lima tahunan kemarin. 

Tapi ternyata, ngap-ngapan dalam hidup tuh nggak ada berhentinya ya.

Setiap fase perjalanan kehidupan ada aja gebrakannya, ada aja 'kejutannya'. Kadang bikin spot jantung, kadang bikin Ya Allah-Allah, tapi kadang juga kayak "yaudahlah".

Aku pikir, apa yang kita jalani saat ini sudah cukup settle, tapi ternyata nggak juga.

Ada keinginan baru, kegalauan baru, kebingungan baru, ketakutan baru. 

Benar, hidup itu akan terus bertumbuh. Jenis ujian nggak mungkin sama. Bisa beda, bisa juga lebih sulit. 

Agak ngap-ngapan akhir-akhir ini. 

Ngerasa kayak jalan di tempat, buat maju selangkah aja bingung. Ngerti nggak si orang bingung, pengen ngelakuin ini tapi gini, pengen gitu tapi gini. Bukan nggak mau nyoba, justru udah nyoba tapi kadang emang ada fase dimana takdir baik lagi nggak berpihak di kita. 

Tapi kalau disuruh sabar terus-terusan juga ada capeknya :") 

Berisik sekali kepala ini. 

Tapi habis itu jadi mikir, 

Kalau terlalu riuh, nanti jadi nggak bisa mensyukuri hal-hal kecil yang dipunya

Ambis boleh, tapi harus pada porsinya, ada hal-hal yang nggak bisa kita kontrol, mau se jungkir balik apapun kita mau mencapainya :") 

Lalu inget nasihat terbaik saat ini, lihat Gaza. 

Di tengah badai kesulitan yang tak terkira, "Alhamdulillah" mereka lebih kencang, dibanding syukur kita yang macet, ngadat, kadang juga mogok total.

March 24, 2025

Monday, April 7, 2025

Today is my birthday. 

Usually I would write a "reflective" piece about what has happened in my life in the past year.

But lately I've been feeling a lot more anger at the messy world. Bad and full of unjust people in power. 

Indonesia's deteriorating political situation. The oligarchic regime in power, the stupid and corrupt leaders and the people trapped in a difficult economic trap.

Indonesia is a country that is extremely rich in natural resources. Mining, gold, agriculture, maritime, we have it all. Oil, gas, nickel, coal, the forest and breathing heart of the world. 

But everything is ruined because of the rotten leadership regime

Worse, education in Indonesia has also stuck.

Many children drop out of school, illiteracy, low reading power. 

All because of the zalim-greedy-corrupt regime!!!!!!!!!

Not only that, if we look at Gaza, and Palestine. The world will look more and more rotten and worse!!

Zionist savagery. "Pig armies" whose evil more than the devil. 

What fv*k*n zionis did to Gaza makes us tired, angry, desperate, guilty and stressed to see our brothers and sisters brutally killed, and we can only 'watch'

If, inside the walls of Gaza there is an inscription "Ummat Muhammad can never be defeated"

Then I really miss that ummah. 

On my birthday, I really hope that this world to find peace soon, and evil leaders to be eliminated. 

Iam tired of this cruel world.

Even in my silence, I cursed the world system that is unjust and greedy. 

Its leaders, its people, especially Muslims who are too far away from faith.

Yaa Rabb, if I sin in asking, then let me sin once, where is the promise of victory? 😭

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاء

اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ

29

Monday, March 24, 2025

Tidak banyak yang kupinta

Aku hanya ingin dicukupkan hatiku dengan kehadiran-Nya

Terkadang aku kelelahan dengan diriku sendiri. 

Bersikap baik sering dihajar kecewa, karena tulusku ternyata tak cukup kuat

Memegang prinsip erat-erat pun kerap dianggap "terlalu" keras kepala

Tak ada orang yang benar-benar mengerti aku, dengan segala hal rumit dikepalaku

Tapi itu membuat perjalanan hidupku sebenarnya banyak makna

Karena memangnya siapa yang bilang manusia akan mengerti? 

Kita semua memiliki egoisme

Kita semua memiliki kekurangan

Maka hati ini perlu ditempa

Dengan hal-hal menyakitkan, dengan banyak hal yang membuat kita marah, muak, kecewa, jatuh, bahkan tersiksa

Maka dengan hal tersebut, kita tahu kepada siapa kita seharusnya berlepas diri

Ragam Efek Duka

Thursday, January 16, 2025

Hari ini ngobrol sama orang yang qadarullah ayahnya udah nggak ada.
Di tengah obrolan ada sedikit yang mendesir di hatiku. "Ini orang ngomong sangat to the point dan terlalu realistis banget deh. Nggak di filter. Kayak ngomong flat tanpa ada rasa. Nggak jahat sih, bukan nir empati juga, tapi "anyep"."

Aku mikir lagi "Bukankah seharusnya orang yang pernah merasakan duka dan banyak kepahitan hidup empatinya jadi makin terasah ya"

Tapi ternyata enggak selalu. Duka ternyata punya 'efek samping' yang beragam. Bisa jadi juga, orang semakin keras, semakin anyep bukan karena dia jahat. Tapi dia sudah terlalu jauh melalui hari-hari yang berat. 

Aku sempat memprotes "Kamu ngomong tuh nggak ada sensitivitasnya ya"

"Iya, aku orangnya dingin. Aku udah berusaha merubah, tapi pasti balik lagi. Aku natural nya begini"

Hmm, alih-alih marah, aku justru sedih sama dia :( kayak 'apa mungkin selama ini dia nggak terbiasa tervalidasi ya perasaannya, sampe sebegini anyep nya'


Memahami orang lain dan mengedepankan postive thinking tuh enak banget ya. Nggak ada ganjelan di hati, pandangan juga jadi indah aja gitu. 

Tapi dasarnya ini bocah emang baik sih. Hehe

Yaa pada akhirnya, "baik" itu sebuah bahasa yang akan selalu sampai di hati se berbeda apapun karakter, sifat, bangsa, negara, bentuk rupa, tubuh  dan apapun itu. 

Duh nulis begini saja aku berkaca-kaca. Hehe
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS