Do I Not Like My Job?
Thursday, August 13, 2026
Tuesday, March 24, 2026
Belajar untuk menurunkan ekspektasi. Belajar untuk apa-apa bisa sendiri. Jangan pernah menyandarkan harapan kepada manusia.
Zikir lebih banyak, istighfar lebih banyak karena hanya dengan mengingat Allah hati lebih tenang.
Kamu belum baik, maka khuznuzon lah sama orang lain. Beri rukhsoh pada lidah dan sikap orang yang pernah menyakitimu
Kalau ada yang salah, kalau ada yang bikin marah, kalau rugi, dibohongi, dirugikan, disakiti, bukan orang lain yang salah, tapi kamu yang harus belajar lebih lapang
Belajar menunjuk kesalahan sendiri sebelum sibuk mencari kesalahan orang lain
Bekerja keras lah lebij banyak, jangan takut mencoba dan gagal
Nggak papa, lebih baik belum berhasil daripada terus tidak bergerak kemana-kemana
Atur keuangan lebih ketat, kurangi bergaya, hidup sederhana. Porsi sedekah harus lebih banyak! Jangan menumpuk harta karena takut miskin, harta dimanfaatin buat ummat.
Bantu keluarga, banyak-banyak beri hadiah kepada teman dan hidupkan jariyah untuk bapak
Perketat nabung buat prioritas haji dan umroh, jangan tergiur dengan branded brand yang tidak membuat kamu jadi muslim yang lebih manfaat
Belajar lebih banyak, banyak baca buku, perluas pergaulan, explore banyak hal
Tambah ibadah sunnah, banyak taubat sama Allah. Dosamu banyak, kamu hanya beruntung karena Allah tutupi aib-aib mu.
Minta maaf kepada semua orang yang bahkan kamu gak suka sama dia. Bisa jadi, Allah lebih ridha kepadanya ketimbang kamu.
Friday, January 23, 2026
Lama nggak nulis di blog. Hehe
Kebanyakan handle social media, nyobain nulis beda-beda jenis topik lumayan bikin aku jadi kehilangan identity. Jadi apa sebenernya yang gue mauu? Huhu
Apa sebenernya kekutan terbesar gue dalam menulis? Tipe yang kayak gimana?
Lebih ke tulisan bijak reflektif, tulisan yang lumayan meledak-ledak, atau puitis?
Kebingungan gue terjawab sama nasihatnya Raditya Dika. Katanya modal utama untuk menjadi story teller adalah: Keberanian lo untuk menceritakan dengan jujur apa yang lo gelisahkan.
Doain gue bisa lebih banyak produktif di 2026 tanpa TAKUT MENJADI JELEK untuk menyuarakan suara gue dengan lebih jujur.
Meski gue sebenernya cukup blak-blakan, tapi gak gue pungkiri, gue punya banyak ketakutan. Terutama gue takut kalau tulisan gue jelek :")
Tuesday, June 3, 2025
Aku pikir, masa-masa paling "bingung" alias "quarter life crisis" tuh akan berhenti di usia dua puluh lima tahunan kemarin.
Tapi ternyata, ngap-ngapan dalam hidup tuh nggak ada berhentinya ya.
Setiap fase perjalanan kehidupan ada aja gebrakannya, ada aja 'kejutannya'. Kadang bikin spot jantung, kadang bikin Ya Allah-Allah, tapi kadang juga kayak "yaudahlah".
Aku pikir, apa yang kita jalani saat ini sudah cukup settle, tapi ternyata nggak juga.
Ada keinginan baru, kegalauan baru, kebingungan baru, ketakutan baru.
Benar, hidup itu akan terus bertumbuh. Jenis ujian nggak mungkin sama. Bisa beda, bisa juga lebih sulit.
Agak ngap-ngapan akhir-akhir ini.
Ngerasa kayak jalan di tempat, buat maju selangkah aja bingung. Ngerti nggak si orang bingung, pengen ngelakuin ini tapi gini, pengen gitu tapi gini. Bukan nggak mau nyoba, justru udah nyoba tapi kadang emang ada fase dimana takdir baik lagi nggak berpihak di kita.
Tapi kalau disuruh sabar terus-terusan juga ada capeknya :")
Berisik sekali kepala ini.
Tapi habis itu jadi mikir,
Kalau terlalu riuh, nanti jadi nggak bisa mensyukuri hal-hal kecil yang dipunya
Ambis boleh, tapi harus pada porsinya, ada hal-hal yang nggak bisa kita kontrol, mau se jungkir balik apapun kita mau mencapainya :")
Lalu inget nasihat terbaik saat ini, lihat Gaza.
Di tengah badai kesulitan yang tak terkira, "Alhamdulillah" mereka lebih kencang, dibanding syukur kita yang macet, ngadat, kadang juga mogok total.
Monday, April 7, 2025
Today is my birthday.
Usually I would write a "reflective" piece about what has happened in my life in the past year.
But lately I've been feeling a lot more anger at the messy world. Bad and full of unjust people in power.
Indonesia's deteriorating political situation. The oligarchic regime in power, the stupid and corrupt leaders and the people trapped in a difficult economic trap.
Indonesia is a country that is extremely rich in natural resources. Mining, gold, agriculture, maritime, we have it all. Oil, gas, nickel, coal, the forest and breathing heart of the world.
But everything is ruined because of the rotten leadership regime
Worse, education in Indonesia has also stuck.
Many children drop out of school, illiteracy, low reading power.
All because of the zalim-greedy-corrupt regime!!!!!!!!!
Not only that, if we look at Gaza, and Palestine. The world will look more and more rotten and worse!!
Zionist savagery. "Pig armies" whose evil more than the devil.
What fv*k*n zionis did to Gaza makes us tired, angry, desperate, guilty and stressed to see our brothers and sisters brutally killed, and we can only 'watch'
If, inside the walls of Gaza there is an inscription "Ummat Muhammad can never be defeated"
Then I really miss that ummah.
On my birthday, I really hope that this world to find peace soon, and evil leaders to be eliminated.
Iam tired of this cruel world.
Even in my silence, I cursed the world system that is unjust and greedy.
Its leaders, its people, especially Muslims who are too far away from faith.
Yaa Rabb, if I sin in asking, then let me sin once, where is the promise of victory? 😭
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ إِمَارَةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاء
اللَّهُمَّ، مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ
Monday, March 24, 2025
Tidak banyak yang kupinta
Aku hanya ingin dicukupkan hatiku dengan kehadiran-Nya
Terkadang aku kelelahan dengan diriku sendiri.
Bersikap baik sering dihajar kecewa, karena tulusku ternyata tak cukup kuat
Memegang prinsip erat-erat pun kerap dianggap "terlalu" keras kepala
Tak ada orang yang benar-benar mengerti aku, dengan segala hal rumit dikepalaku
Tapi itu membuat perjalanan hidupku sebenarnya banyak makna
Karena memangnya siapa yang bilang manusia akan mengerti?
Kita semua memiliki egoisme
Kita semua memiliki kekurangan
Maka hati ini perlu ditempa
Dengan hal-hal menyakitkan, dengan banyak hal yang membuat kita marah, muak, kecewa, jatuh, bahkan tersiksa
Maka dengan hal tersebut, kita tahu kepada siapa kita seharusnya berlepas diri