[SAJAK] Menunggu

Friday, March 23, 2018

Kayuh saja sepeda tua mu lebih cepat
waktu tidak akan memotong titik senja
bagi perindu sepertiku 
menunggu adalah sepi yang setia
hanya sendiri ini menggerogoti ruang sendiku
melapuk seperti kayu
satu dua lamanya hingga kulupa satuan hitungnya
lama benar
kataku menyebut namamu
pandangku mulai kabur

Maret, 2018
-Luluk Khoirunnisa-

Minder

Sunday, March 4, 2018

Mungkin saat ini adalah part of my life yang paling buat aku nyaman dan beryukur.
Aku bertemu dengan berbagai macam orang dengan segala potensi, skill, dan kelebihan yang dimiliki.
Mereka yang serius terhadap kewajibannya, namun tetap santai dan humoris.

Ini adalah part dimana aku (mungkin) pertama kalinya bertemu dengan orang yang tidak hanya pandai secara akademis, tapi juga non akademis. Fokus namun tetap kekinian.

Aku selalu berfikir bahwa semua teman-temanku adalah orang-orang hebat
sebagian dari mereka sangat cerdas pemikirannya
sebagian lagi punya softskill yang unggul
sebagian lagi meski terlihat biasa-biasa saja, ternyata mereka punya kelebihan yang selalu membuatku takjub.

Lalu, aku ini masuk yang mana ?
cerdas tidak terlalu, softskill gak seberapa . .
apaya potensiku ?
apaya bakat yang aku bisa ?

pertanyaan-pertanyaan ini yang sering banget menari-nari di otakku.

aku terlalu sering compare my selft with others 
aku suka ngomong, tapi yang jago ngomong lebih bagus dari aku banyak
aku suka nulis, tapi yang tulisannya jauh lebih keren dari aku juga banyak
pinter ? gaterlalu.
suka buku ? yang bacaan bukunya jauh lebih banyak dan tingkat bacaannya lebih hard dari aku juga banyak

wkwk

gak ada habisnya.

dan pikiran-pikiran kayak gitu yang bikin aku selalu merasa kecil, gak bisa apa-apa, bahkan kadang merasa aku yang paling bodoh.

Makin kesini aku makin tersadar bahwa aku gabisa terus-terusan membandingkan diriku sama orang lain karena gak akan sama.
dan ketika aku terlalu sering membandingkan diriku dengan orang lain, hal tersebut hanya akan membuat aku jadi jalan tempat dan tidak berkembang.
aku jadi takut memulai sesuatu hanya karena malu kalau dianggap "gak bisa"
wkwk

Anehnya,

beberapa orang bilang bahwa aku ini orangnya percaya diri.
malah temenku ada yang bilang aku ini punya tingkat kepercayaan diri sangat tinggi

aku gatau mereka menilai itu darimana, mungkin karena aku ini suka bercanda dan kalau bercanda kepedean kali ya. hehe

ah, padahal aku ini orangnya sering banget selalu merasa kecil :(
lagi kepengen mencoba berpositif thinking sama diri sendiri, men-sugesti diri sendiri dan mengatakan "Kamu  juga bisa keren dan hebat kayak temen-temen yang lain, Luk!"

Menurut kalian aku ini punya kelebihan apa sih ? wkwk
apa ya yang bisa aku kembangan mengenai potensi dan skill yang aku punya ?
lalu apakah diantara kalian yang baca post ini punya tips, pengalaman, atau cerita yang bisa bikin kita gak minder sama diri kita ?
sharing yuk! :)


Salam,


-Luluk Khoirunnisa-

[Sajak] Takdir tak Bersama

Monday, February 12, 2018

Tidak jauh jarak kita berdiri atau duduk
Tidak lebih dari 10km
tapi mengapa jarak ini terasa jauh beribu-ribu kilometer?
kita yang tidak cocok, atau memang tak tertakdir bersama?

Januari, 2018
-Luluk Khoirunnisa-

[Sajak] Menahan

Menunggangi malam hanya untuk sepucuk sendu
Tidak mengeram meski rintih tertahan

Januari, 2018
-Luluk Khoirunnisa-

[Sajak] Puncak Harapan

Wednesday, January 10, 2018

Jalan yang kau tempuh nampaknya terjal
ia tampak meliuk
naik turun berkelok-kelok
tak pernah lurus dan mulus
kadang kau terjungkal
jatuh terluka
kadang kain yang kau bawa basah kuyub banjir keringat dan air mata
nyaris kau ingin berkata menyerah 
tapi puncak itu selalu menjanjikan harapan perubahan
lagi-lagi kau harus mencoba berdiri
sedikit merangkak meski tubuhmu sudah habis ringsek
sedikit sedikit hingga kau mampu cukup berdiri dan mencoba kembali berjalan meski tak sanggup jika harus berlari
walau tertatih kau mencoba untuk terus maju
sebelum pangkal kakimu berdiri di puncak, pantang untuk membalik badan, apalagi menyerah

-Luluk Khoirunnisa, Januari 2018-

EID MUBARAK 1438 H

Sunday, June 25, 2017

Happy Eid Mubarak 1438 H. Selamat libur lebaran, semoga Amal Ibadah Ramadhan kita diterima oleh Alloh SWT  

Pengalaman Mengikuti Public Lecture dr. Zakir Naik (UMY Yogyakarta)

Friday, April 7, 2017

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan oleh Alloh SWT, untuk menjadi salah satu diantara sekian ribu orang buat mengikuti acara Public Lecture dr. Zakir Naik.

Perjuangan buat daftar acaranya ini sebenernya gak mulus-mulus banget. karena saya sempat ditolak alias tidak lolos ikut acara ini karena nama saya yang tidak sesuai dengan KTP (maklum, nama saya kebanyakan tanda petik)
setelah melalui drama nama yang panjang, nanya CP acara, dan dibantu oleh temen saya, Zoom (thanks a lot Zoms) akhirnya saya mendaftar lagi dengan SIM dan Alhamdulillah lolos.

drama belum berakhir.
saya dan teman saya berencana berangkat ke Jogja hari Ahad dan berangkat dari stasiun Balapan Solo, dan Oh My God! tiket kereta Prameks bener-bener abis sampek siang (padahal saya sudah sampai di stasiun jam 09.00 pagi). akhirnya dengan kerelaan hati, kita beli kereta Sidomukti yang harganya Rp20.000,00 heheh.

Singkat cerita sampai di Jogja dan keesokan hari nya kita ke UMY naik motor sama temen-temennya Zooms yang kuliah di Jogja.

drama lagi. bapak tukang parkir UMY bilang "mbak kalo gak di VVIP sama kursi A di Masjid, yang di Sportorium hanya yang VVIP sama A"
ya kita bingung dong ya ? jauh amat. kalau liat di Masjid makek LCD ya mending dirumah streaming gausah jauh-jauh ke Jogja -________-
ternyata bapaknya salah. di Sportorium udah buanyak banget antre orang buat masuk. antreannya udah kayak ajang X-Factor atau Indonesian Idol.

lama mengantre dan akhirnya masuk. saya berpisah dengan Zoom, karena saya duduk dilantai atas dan Zoom dilantai bawah.

Dibuka dengan lagu-lagu Nasyid, sambutan-sambutan, akhirnya dr. Zakir Naik menyampaikan materi. fyi, materi disampaikan menggunakan bahasa Inggris (dengan translate tulisan di layar tapi sedikit terlambat).
banyak banget yang nanya ke saya "kamu ngerti Luk ?"
ya namanya juga bukan bahasa asli saya, ya ada yang ngerti ada yang gak ngerti (jujur banyak gak ngertinya, heheh) tapi point nya bukan itu sih. saya datang kan untuk niat dapat pahala, duduk bersama orang-orang Shalih agar dapat berkahnya, Syukur Ilmu yang disampaikan bisa menjadikan kita jadi ummat yang lebih taat pada Alloh SWT. sebenernya, pelajaran yang saya ambil adalah mengamati suasana dalam gedung tersebut. menyaksikan orang-orang baru menjadi saudara Muslim-Muslimah kita (muallaf) itu udah ngasih pelajaran yang luar biasa ke saya. lebih-lebih menyaksikan sendiri, wuh! merinding tuh hati!
duduk menyaksikan ceramah beliau membuat pikiran saya makin liar berpikir, kalau dr. Zakir Naik bisa mem-muallafkan sekian banyak orang dengan kecerdasannya, la terus kita ini ummat Muslim bisa ngasih apa sih buat Islam ?
terlepas dari pro kontra cara Dakwah dr. Zakir Naik tapi menurut saya dr. Zakir Naik ini sudah menyumbangkan kecerdasannya untuk Islam. Seorang Dokter dan Dai yang sangat disegani bukan ?

kemudian saya berfikir dan mengajak buat semua orang yang membaca tulisan saya ini (juga untuk saya sendiri) :

Jadilah orang hebat untuk Agama-mu.


"Barangsiapa yang menolong Agama Alloh, maka Alloh akan menolongnya" :)

Jangan pernah lelah buat berusaha mengenal Agama kita, meyakini, menjadi seorang pembelajar yang cerdas untuk berkontribusi pada Agama Alloh. teruslah berusaha menjadi orang sukses tanpa melupakan kodrat mu sebagai seorang Muslim-Muslimah.
jangan malu menunjukkan identitas ke-Islaman mu, karena apalah arti pintar dan cerdas tapi Agama 0 ? cacat.

Ayo, berusaha buat jadi orang-orang hebat dan taat, agar negeri ini dipenuhi Muslim-Muslimah yang berakhlaqul karimah, cerdas, Amanah. Amiin.


yang terakhir saya tutup sedikit quote dari dr. Zakir Naik saat saya mengikuti public lecture beliau :

SUKSES ADALAH IMAN.
-dr. Zakir Naik-

Salam,



-Luluk Khoirunnisa-

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS