Aku tidak pernah membuka mata segelap ini
Hanya ada abu kelabu dalam pandanganku
Aku memilih menarik selimutku, membiarkan badanku terbaring dan memejamkan kembali mataku
"Aku tidak ingin membuka mataku, Tuhan, bisakah aku menutup mata lebih lama atau jika bisa, jangan buat aku terbangun selamanya"
Seekor burung datang hinggap di jendela kamarku, mengepakkan dua sayapnya yang lusuh dan basah, hujan rupanya.
Ia menggeser tirai kamarku sedikit membuat cahaya matahari menusuk mataku yang lengket.
Sialan.
Aku hanya ingin tidur. Aku tidak ingin bangun dan terbangun.
Aku ingin menutup semua lembaran kisah yang pernah kutorehkan. Sepenuhnya.
Mengapa aku harus bangun jika semua jalan yang ku lalui selalu berujung pada gagal dan perpisahan
Mencintai itu melelahkan.
Setidaknya cinta itu telah merampok hidupku.
Aku mencintai dalam kebisuan, dengan telan-telan yang begitu nyeri di kerongkongan
Aku mencintai dengan otak yang lumpuh, dipenjara oleh pikiran yang mentok pada angan-angan
Cinta telah membuatku pekak pada suara, menyisakan ruang tangis dari bibir ku yang tergugu
Barangkali seperti lagu Ed Sheran:
Loving can hurt, loving can hurt sometimes
But it's the only thing that I know
When it gets hard, you know it can get hard sometimes
It is the only thing that makes us feel alive
Sialnya. mencintaimu dengan sakit, membuatku hidup
22 Oktober 2026
No comments:
Post a Comment