10 Februari 2020 #2

Tuesday, February 11, 2020


Teman-teman Ilmu komunikasi B 2015, terimakasih untuk kebersamaannya selama masa kuliah.
Dengan segala keceriaan, canda dan tawa kalian sungguh membuat masa kuliahku terasa begitu menyenangkan :)

10 Februari 2020

Monday, February 10, 2020

Tiada yang bisa kuucapkan selain rasa syukur dan pujian kepada Alloh SWT atas segala nikmat, karunia, berkah yang telah diberikan kepadaku

Terimakasih kepada kedua orang tua yang senantiasa mengusahakan yang terbaik untukku, juga selalu mendoakan ku

Terimakasih juga untuk semua teman-teman yang hari ini sudah datang, membantu, mendukung, dan repot-repot membawakan ini itu untukku, huhu :" :"

Tapi . . .

Terlepas dari suka duka sidang,
Aku baru menyadari sesuatu,
Ternyata melepas masa kuliah disini terasa berat ya
sedih, tapi semua memori nya tak akan pernah terlupakan,
semoga cerita dikemudian hari juga akan menjadi cerita yang indah dan membahagiakan :')

Doa terbaik untuk seluruh teman-teman dan siapapun yang sedang dan akan berjuang di medan manapun, sukses selalu dan semoga jalan yang ditempuh diridhoi oleh Alloh
Aamiin :')

Friday, February 7, 2020

Boleh mengeluh, tapi JANGAN PERNAH MENYERAH! Berjuanglah hingga akhir, karena kamu tahu ? keberhasilan hanya bisa didapat dengan ikhtiar terbaik dan Doa-doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
(2018)

Friday, January 31, 2020

Kalaupun lisan tak bisa terjaga, 
maka masih ada Doa,
sebagai sebaik-baik ucapan.

Untuk 2019 dan 2020

Tuesday, December 31, 2019

Akhir 2018 lalu aku pernah menuliskan 1 pesan untuk diriku yaitu :
'Boleh megeluh, tapi jangan pernah menyerah! Berjuanglah hingga akhir, karena kamu tahu ?
Keberhasilan hanya bisa didapat dengan ikhtiar terbaik dan doa-doa yang tak pernah putus dipanjatkan'

Agaknya pesan ini tepat adanya.
2019 adalah fase dimana Alloh lagi-lagi mengujiku dengan banyak rasa sabar dan ikhlas dalam segala aspek kehidupan.
Kadang capek kadang sedih
Kadang kecewa kadang marah

Namun atas segala pengalaman dan proses bertumbuh di tahun ini, aku berterimakasih.

Terimakasi kepada Alloh SWT yang telah memberikan banyak nikmat, rahmat, dan kekuatan untuk tetap teguh berdiri melewati badai ujian, terimakasih yaa Rabb.

Terimakasih untuk diriku sendiri atas segala usahamu untuk kuat,  sabar, untuk ikhlas dari segala perasaan sedih dan kecewa terhadap apapun dan siapapun. Meski dalam proses nya kamu nggak bisa sempurna, its ok. Kamu tetaplah manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kamu punya.

2019,
Terimakasih sudah menjadi teman bersama untuk belajar dan bertumbuh ☺

Menyongsong 2020, tak banyak yang kuminta kepada sang Maha Pemberi Kehidupan.

Aku hanya minta, Kalau nanti di fase kehidupan selanjutnya dalam mencari rizki, agaknya tidak terasa mudah, maka semoga Alloh berkenan meluaskan sabar dan ikhlasku dengan samudera sabar dan ikhlas yang lebih luas lagi, dan apabila proses mencari rizki  diberikan kemudahan, maka semoga Alloh berikan rasa syukur berkali lipat dan Alloh tidak jadikan masalah rizki sebagai ujian.
Yang kedua, aku memohon kepada Alloh agar meng Istiqamahkan diriku pada jalan kebaikan, jadikan aku hamba yang jauh lebih taat, lebih mencintai Mu dan Rasul-Mu ketimbang hal-hal duniawi lainnya.
Jadikan aku hamba yang jauh lebih mementingkan urusan akhirat ketimbang mengejar dunia yang nggak ada habisnya, jauhkan dari sifat Al-Wahn dan pertemukan aku dengan orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama tentang tujuan akhirat serta Lembutkan lah hatiku untuk senantiasa ringan menerima hidayah-Mu dan berbakti kepada kedua orang tua.

Aamiin 💚

Untuk Siapapun diluar sana yang masih Menyebut Dirinya Adalah 'Manusia'

Sunday, December 22, 2019

Waktu posting ini, ada banyak sekali yang izin buat nge repost, gabanyak sih, tapi ada lah ya beberapa. wkwk, terus beberapa temen yang repost diminta izin juga buat repost lagi sama temen-temen mereka. Alhamdulillah, selalu senang dan bersyukur kalau tulisan ku yang masih banyak kurangnya ini bisa diapresiasi dengan baik oleh orang-orang sekitar :') terimakasih :')

Sejujurnya dengan adanya beberapa orang yang izin me-repost tulisanku ini, aku jadi berpikir "mungkin ini adalah keresahan banyak orang"

Dan mungkin memang iya.

Well, melalui tulisan ini aku ingin menyampaikan sebuah pesan dari hati untuk siapapapun orang diluar sana yang fikiran dan nurani nya masih berfungsi, pun kepada diriku sendiri


Belajar 'Akhirat' dari Adik-adik Tunanetra

Saturday, November 30, 2019

Dua hari yang lalu, aku bertemu dengan seorang anak tunanetra. Belakangan aku baru tahu, ternyata dia tidak hanya tunanetra, tapi juga tunagrahita.

Anak ini kelas 8 SMP. Kalau dilihat dari tingkat sekolahnya, artinya mereka adalah anak-anak yang beranjak tumbuh remaja dan masih sangaaat muda.
Suatu kali sang guru anak ini bertanya, "itu isi speaker kamu apa aja ?"
Kemudian sang murid menjawab, "Macam-macam pak ada lagu jawa, ada karawitan, pengajian juga ada."

Oh, God.

Temanku yang saat itu sedang bersamaku, tak kuasa menitikkan air mata.

Akupun berusaha untuk tidak menangis, meski rasanya sangat sulit membendung air mata ini. 
Bahkan saat menulis cerita ini kembali, mataku masih saja berair.

Hari itu aku tertampar. 

Mereka yang punya kekurangan saja masih punya semangat untuk belajar Agama, masih punya koleksi 'pengajian' di hp nya,
Lantas, aku ini bagaimana ?
Masih sering males, hp kebanyakan nonton youtube yang sifatnya hiburan aja, bahkan kalau dipikir-pikir, aku ini nggak pernah bersyukur atas kelengkapan indera yang kumiliki.

Hari itu aku tertampar.

Mungkin mereka tidak dapat melihat indahnya dunia ini,
Tapi sejatinya mereka tenang, karena kelak di akhirat, mereka yang paling ringan hisabnya atas penglihatan mereka yang tidak pernah mereka gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Mungkin mereka tidak dapat menikmati warna-warni, gelap dan terangnya dunia ini, tapi hati mereka sejatinya jauh lebih bersinar, karena ditengah keterbatasan, mereka masih sempatkan waktu untuk mendengar ajaran-ajaran-Nya.

Hari itu aku tertampar.

Menjadi sempurna tak kurang satu apapun seperti kita memang 'menyenangkan' tapi sayang, kita ini syukurnya kurang.
Memiliki fisik sempurna adalah rezeki, tapi nanti Alloh akan mintai pertanggungjawaban setiap indera pada diri ini.

Hari itu aku tertampar.

Maka pantaslah dunia ini adalah tempat untuk ber lomba menjadi yang terbaik di hadapan-Nya 
Karena sempurna atau tak sempurna, semua terukur dari Taqwa, di hadapan Rabb-Nya
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS